March 5, 2021
5 Tempat Wisata Gunung Kelud dan Sekitarnya wisataloka

5 Tempat Wisata Gunung Kelud dan Sekitarnya

5 Tempat Wisata Gunung Kelud dan Sekitarnya

5 Tempat Wisata Gunung Kelud dan Sekitarnya
wisataloka

Tempat Wisata Gunung Kelud –  Wisata alam saat ini menjadi tempat yang banyak dicari oleh para wisatawan. Konsep kembali ke alam dan merasakan kebebasan, menjadi hal yang diburu. Selain mendapat ketenangan, juga menemukan spot foto bagus sebagai kenangan.

Gunung kelud merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi. Berada di ketinggian 1.731 m dpl, tidak heran jika gunung ini memiliki aroma kesejukan yang memanjakan mata. Beragam kemudahan ditawarkan di wisata ini, mulai akses jalan yang mulus, transportasi yang gampang, serta melimpahnya lokasi wisata dalam satu kawasan.

Setelah meletus beberapa tahun silam, salah satu objek wisata andalan Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini malah semakin banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keindahan panorama pegunungan yang ditawarkan menjadi daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke wisata gunung kelud.

Wisata gunung kelud terdiri dari beberapa destinasi yang berbasis alam pegunungan. Jadi bagi kamu yang tidak bisa mendaki gunung sampai ke puncaknya, kamu bisa menikmati beberapa destinasi lain yang tidak seberat mendaki gunung.

1. Puncak Gunung Kelud

Puncak Gunung Kelud
travel-tempo.co

Puncak Gunung Kailud kini telah berganti tampilan. Penampakannya mirip dengan Tangkuban Perahu di Jawa Barat atau Kelimutu di Ende, di mana terdapat danau kawah.

Air di Danau Kawah Gunung Klud yang masih aktif telah menghilang berwarna hijau. Penampakan ini karena pengaruh belerang. Warna-warna yang terlihat saat matahari terbit berkilauan dalam cahaya.

Sebelumnya, Kawah Gunung Kailud terhalang kubah yang bentuknya mirip anak gunung. Saat gunung tersebut meletus pada tahun 2014, puncak ini runtuh. Material sisa letusan sebelum letusan menutupi seluruh sisi tebing. .

Di tebing yang mengelilingi anak-anak Gunung Kelud ini pernah ada jalur yang bisa dilalui pengunjung. Mereka bisa melihat pegunungan Blitar, Kediri dan Malang dari dekat.

Menurut dokumen Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kediri, kemunculan puncak Gunung Kelud pasca letusan gunung berapi pada tahun 2014 ini mirip dengan tahun 1901. Pada Ahad, 22 Januari 2018, kabarnya puncak Gunung Kelud kini sudah kembali ke bentuk aslinya.

Danau kawah Gunung Klud dikelilingi oleh tiga puncak, yaitu Gunung Sumbing, Gunung Gajah Mungkur, dan Gunung Kelud. Puncak tertinggi adalah Klud. Ketinggiannya mencapai 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Waktu terbaik adalah pagi hari, saat matahari terbit untuk melihat danau di puncak Gunung Kelud. Silakan juga mencoba musim kemarau dari April hingga Agustus. Pasalnya, saat Tempo mencapai musim hujan ini, tidak ada matahari. Pemandangan sekitar juga terlihat seperti kabut putih.

Untuk naik ke puncak, pengunjung harus naik jeep dari loket menuju tempat parkir. Tarifnya Rp 375.000 untuk 4 orang. Anda juga bisa naik shuttle bus yang biayanya Rp 100.000 per perjalanan dan bisa menampung 8-10 orang.

Dari tempat parkir, pengunjung harus berjalan sekitar satu jam untuk mencapai puncak Gajah Mungkur. Oleh karena itu, untuk mendapatkan momentum matahari terbit, Anda harus mulai mendaki mulai pukul 04.00.

Kawasan tersebut dulunya merupakan jalan bagi wisatawan untuk mengunjungi puncak Gunung Kelud, namun masih tertutup untuk umum. Pada saat yang sama, kawasan tersebut hanya dapat dikunjungi oleh peneliti atau institusi lokal, dan kawasan tersebut akan dibuka kembali untuk umum pada akhir Desember 2018.

Maps

2. Mystery Road Gunung Kelud

Mystery Road Gunung Kelud
kuliner dan budidaya indonesia

Apakah Anda berencana mengunjungi kawasan wisata Gunung Kelud? Di area ini, Anda akan melintasi jalan misterius: jalan misterius yang menyebabkan fenomena anti gravitasi.

Jalan misterius ini berjarak sekitar 4 kilometer dari pintu masuk loket wisata Kelud di Desa Sugihwaras, Kabupaten Kediri Kecamatan Ngancar. Jika sudah sampai di area jalan misterius, sudah ada gerbang yang diberi tanda. Panjang 100 meter ditandai dengan garis putih yang melintasi jalan raya.

Saat mengunjungi kawasan tersebut, kediripedia.com melihat empat mobil berjejer membuktikan pesona magis jalan misterius ini.

Seorang pria bertopi hitam mengendarai Toyota Avanza hitam dan menggerakkan setir ke arah timur dan meninggalkan barisan mobil. Setelah itu, dia berhenti dan kembali ke area jalan misterius.

Sejenak pengemudi bernama Edy Prasetyo mematikan mesin mobil. Kaki kirinya masih melakukan pengereman. Setelah beberapa saat, rem dilepaskan. Tiba-tiba mobil itu mundur. Maju cepat ke jalan setapak yang terlihat seperti lereng.

Dengan kecepatan mobil, seorang pria dari Tulongong, Provinsi Jawa Timur membuka pintu dan berdiri sambil berteriak-teriak gembira. “hebat!”

Setelah dua kali mencoba, Edy masih penasaran. “Ini aneh. Dia bilang mesin mobilnya rusak, tapi melaju di tanjakan.

Mobil lain bergiliran mencoba. Beberapa pengendara sepeda motor tidak mau ketinggalan.

Fenomena terbalik merupakan salah satu daya tarik wisata Klud. Banyak turis ingin mencoba keajaiban ini. Manajer perjalanan menghiasi tempat itu dengan memberikan tanda untuk merek tersebut. Banyak papan telah dipasang.

Nyatanya, tidak hanya di Klud. Fenomena serupa terjadi di Santa Cruz, California, St. Ignace, Michigan, dan Oregon, Oregon, Amerika Serikat. Di Skotlandia, Italia, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan, kontradiksi ini juga menjadi nilai jual bagi biro perjalanan.

Beberapa orang mengatakan bahwa ada medan magnet yang menyebabkan benda bergerak melawan hukum gravitasi atau antigravitasi. Namun, situs enigmablogger.com menepis fenomena perilaku seksual tersebut. Hukum gravitasi masih berlaku untuk setiap posisi jalan misterius. Fenomena ini merupakan ilusi visual atau ilusi optik.

Ilusi yang dia ciptakan membuat jalan raya yang menurun terlihat seperti akan menanjak. Oleh karena itu, saat kita mematikan mesin dan melepaskan rem, sebenarnya mobil tersebut mematuhi hukum gravitasi dengan mengemudi di jalan menurun. Tapi mata kita mengabaikan kenyataan. Kami melihat bahwa jalan menurun ini merupakan jalan yang menanjak.

Tidak peduli bagaimana para ahli menganalisisnya, jalan misterius di Gunung Klud tetap menakjubkan. Sangat menarik untuk merasa “seolah-olah” melanggar hukum gravitasi

Maps

Baca Juga Artikel : 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru

3. Air Panas Gunung Kelud

Air Panas Gunung Kelud
tempat wisata

Pemandian Air Panas Anak Gunung Klud Gidiri merupakan tempat terakhir di kawasan wisata Gunung Klud yang kami kunjungi setelah turun dari sudut pandang Gajah Mungkur. Sebuah landmark yang cukup besar untuk menunjukkan arah menuju lokasi Pemandian Air Panas Gunung Kelud (sungai panas Bayi Kelud, demikian pada teks di bawah). Kemudian ada tulisan “Spa Air Sulphur-Sulphuric Spa, Sungai Badak).

Setelah lelah dan ragu sejenak setelah menempuh total 1.200 anak tangga di Gajah Mungkur Viewpoint, akhirnya kami memutuskan dan mulai berjalan 800 anak tangga menuju Pemandian Air Panas Gunung Kelud. .

Anak tangga menuju Pemandian Air Panas Gunung Kelud jauh lebih lambat dan lebar dibandingkan dengan anak tangga menuju Gardu Pandang, dan terdapat pagar besi di bagian tengah yang dapat digunakan sebagai tempat berteduh. Tidak ada angin yang mengganggu perjalanan, karena hari sudah sore, jadi kami juga terlindungi oleh terik matahari.

Anak tangga menurun yang terbuat dari batu alam yang diikat semen sebenarnya sangat nyaman untuk dilalui, tetapi tentunya bukan tugas yang mudah untuk berjalan sejauh 800 anak tangga, jadi terkadang kita berjalan di sepanjang garis pemisah jalan yang licin dan gelap di sebelah kanan, yang seharusnya menjadi cara. pergi dengan.

Akhirnya pada belokan terakhir setelah menaiki anak tangga ke 700, kami bisa melihat lokasi Pemandian Air Panas Gunung Kelud yang saat itu terus menerus menyemburkan asap putih dan air mengalir di atas bebatuan yang berubah warna menjadi coklat. Jembatan yang melintasi Sungai Badak masih belum terlihat.

Air panas Gunung Kelud bisa dilihat di turunan terakhir Pengolan. Setelah selesai menuruni anak tangga di ujung, kami melewati jembatan yang tidak terlalu panjang dan kemudian berbelok ke kanan di sepanjang jalan yang sempit. Setelah beberapa lama, akhirnya kami sampai di lokasi Pemandian Air Panas Gunung Kelud.

Kondisi aliran Pemandian Air Panas Gunung Kailud Anak masih alami, aliran air dan bebatuan yang sangat indah dipandang mata, dan uap putihnya tidak akan pernah berhenti mengepul ke udara. Air panas yang mengalir melalui bebatuan coklat sangat panas, meskipun pendek, kulit saya tidak tahan.

Aliran air panas anak-anak yang cantik di Pegunungan Klud. Sangat sepi ketika kami berada di sana karena itu bukan hari libur kecuali sore hari. Hanya kami yang menemani Ijun Sanusi yang masih berendam di pemandian air panas Gunung Kelud. Kecuali air, tidak ada suara lain yang terdengar. Angin gunung sepertinya sedang tidur

Namun ada aliran sungai yang sejuk dari kiri, sehingga pertemuan antara air panas yang mengandung belerang dan Sungai Badak berhasil membuat suhu air cukup nyaman untuk kita berendam. Hanya saja wisatawan harus mencari tempat yang suhu air panasnya masih bisa diterima dengan baik oleh kulit manusia, karena belum ada rambu-rambu.

Ada pula pancuran yang diselimuti belerang yang bisa membuat pemandangan di sekitar Pemandian Air Panas Gunung Mentah semakin manis. Merendam kaki di air panas dalam waktu lama sebenarnya bisa sangat menenangkan. Namun sayang, matahari sudah terbenam di ufuk dan perjalanan mendaki 800 anak tangga masih menunggu, sehingga kita tidak bisa berlama-lama. Dari lokasi Pemandian Air Panas Gunung Kelud hingga jembatan, kita bisa melihat Tebing Sumbing Gunung Kelud yang sangat besar di latar belakang.

Kami melihat puncak tebing retak Gunung Klud yang berwarna kemerahan seperti tembaga di bawah sinar matahari sore setelah mendaki dan sampai di tengah riam mata air panas Gunung Klud. Saat kami menaiki tangga selangkah demi selangkah, bola matahari dan sedikit langit Kediri juga tersangkut di antara tumpukan pepohonan.

Maps

4. Agrowisata Margomulyo Gunung Kelud

Agrowisata Margomulyo Gunung Kelud
daka tour

Pasca erupsi gunung api tahun 2014 lalu, Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri mulai berbenah untuk meningkatkan potensi wisata Gunung Klud. Peningkatan tersebut telah dipelajari dengan cermat dan direncanakan akan dirilis secara bertahap pada tahun 2018.

Budi Setiawan, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo, mengatakan pengembangan wisata Kelud terbagi menjadi tiga wilayah. Ia mengatakan pada Senin, 22 Januari 2018 di Kawasan Wisata Kelud Desa Sugihwaras, Kitiri, Jawa Timur: “Kecamatan Sirkuit Kelud, Kawasan Wisata Pertanian dan Kawasan Produksi Margomulyo.

Tiap daerah memiliki atraksi yang berbeda. Misalnya Kawasan Sirkuit Kelud (Kawasan Sirkuit Kelud) memberikan konsep wisata olahraga seperti lintas alam dan panjat tebing. Di kawasan ini pengunjung bisa melihat keindahan Gajamonkul, Kawah Klud antara Klud dan Summ.

Sedangkan Kawasan Wisata Pertanian Margomulyo memberikan konsep wisata yang lebih santai. Area ini menyuguhkan pemandangan taman berdampingan dengan tanaman lainnya. Ada 60 jenis bunga dan 5 jenis pohon buah-buahan di kawasan itu.

Wisata agrikultur Margomulyo terbagi menjadi dua aspek: Barat dan Timur. Sisi barat disebut Taman Lembu Suryo (Taman Lembu Suryo). Selain melihat-lihat taman, pengunjung juga akan mengetahui tentang legenda Lembu Suryo yang erat kaitannya dengan asal muasal Med Kelud.

Sisi barat termasuk Taman Dewi Kili Suci (Taman Dewi Kili Suci). Sama seperti Lembu Suryo, Dewi Kili Suci juga erat kaitannya dengan kisah terciptanya Kelud.

Area produksi merupakan area yang digunakan untuk sentra memasak dan oleh-oleh. Bisa juga disebut area perbelanjaan. Budi mengatakan: Pengusaha mikro, kecil dan menengah akan hadir untuk memamerkan produknya.

Salah satu lokasi di kawasan ini adalah Kampung Durian yang akan dilepas pada Februari mendatang. Selain itu, rumah susu, rumah coklat dan rumah jamur akan dibangun.

Ketiga area ini akan bergabung satu sama lain. Pihak pengelola akan memberikan paket wisata yang meliputi wilayah tersebut. Semua ini akan efektif dibuka sebelum akhir 2018.

Maps

Baca Juga Artikel : 6 Destinasi Wisata Bunga Di Indonesia Yang Membuat Terpesona

5. Kampung Durian

Kampung Durian
travel-tempo.co

Buah eksotis ini sangat digemari karena aroma dan rasanya yang unik. Karena popularitasnya, durian sering disebut sebagai raja buah.

Kalau bicara durian, Indonesia adalah salah satu produsen terbesar di Asia Tenggara. Menurut ciri khas masing-masing daerah, varietas durian juga sangat beragam.

Salah satu contohnya adalah Kediri. Kabupaten yang terletak di Jawa Timur ini memiliki banyak varietas durian yang terkenal di kalangan pecinta kuliner di kepulauan. Kota Durian adalah salah satunya.

Ciri khas durian Slumbung adalah dagingnya yang lengket tapi tidak keras, dan rasanya pas. Selain itu Kediri juga memiliki varietas durian unik lainnya, seperti durian semoyo, durian kelud, durian melon kain dan lain sebagainya.

Pemerintah Kabupaten Kediri sebetulnya sudah merancang berbagai program menarik untuk mempromosikan durian lokal ke masyarakat luas. Apalagi pasca erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada 2014 lalu, perekonomian warga setempat mengalami penurunan signifikan.

Untuk membangkitkan kembali potensi-potensi tersebut, maka dikembangkanlah area wisata baru yang terbagi menjadi 2 zona yakni, zona sirkuit Kelud dan zona agro. Di zona agro inilah wisatawan dapat mencicipi langsung berbagai produk durian khas Kediri.

Dibangun di area seluas 1 hektar, Kampung Durian dilengkapi sejumlah fasilitas menarik seperti wahana permainan anak, spot selfie, gazebo, cafe, dan tentunya lahan perkebunan yang ditumbuhi 30 pohon durian.

“Di tempat ini para pengunjung dapat menikmati berbagai jenis durian unggulan dari seluruh wilayah di Kediri. Karena pada dasarnya, kami juga ingin memberikan pengalaman edukasi kepada mereka, seperti menjelaskan proses penanaman, pengolahan, dan lain sebagainya,”

Lebih lanjut Safuan menjelaskan, selain durian kupas, para pengunjung dapat mencicipi berbagai jenis olahan durian yang dibuat secara tradisional. Mulai dari ketan durian, jenang durian (pakai kuah), kolak durian, dan beberapa produk modern seperti ice cream dan pancake durian.

Harganya pun relatif terjangkau. Untuk durian kupas dijual seharga Rp100 ribu per 6 kilogram. Sedangkan menu makanan lainnya berkisar Rp4 ribu – Rp50 ribu.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi Kampung Durian, perlu diketahui bahwa tempat ini baru akan dibuka secara resmi pada pertengahan Februari mendatang.

“Kami memang sengaja memilih Februari, karena pada bulan tersebut para petani sedang panen raya dan bertepatan pula dengan Festival Durian Kediri 2018,” pungkasnya.

Maps

Share this: