April 21, 2021
6 Tempat Wisata Sekitar Gunung Kerinci

6 Tempat Wisata Sekitar Gunung Kerinci

mountgayrumroundbarbadosrace – Gunung Kerinci ini adalah sebuah gunung yang sangat tinggi yang da di Sumatera, gunung berapi ini sangat tinggi di Indonesia, dan puncaknya sangat tinggi ada di Indonesia di luar Papua.Gunung Kerinci ini terdapat ada di pinggiran antara sebuah Provinsi Sumatera Barat serta Provinsi Jambi, di Pegunungan dan Bukit Bari ini sangat dekat pantai barat, dekat sekitar 130 km ke selatan Padang di Provinsi Sumatera Barat. Gunung ini juga menjadi perbatasan antara kawasan etnis Minangkabau dan suku Kerinci, Suku Kerinci dikelilingi oleh hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatera dan badak sumatera.Pendakian ke pegunungan Kerinci dimulai dari Pintu Rimba, di ketinggian 1.800 Masra. Selain itu pendaki harus melintasi tujuh pilar untuk mencapai Puncak Kerinci.

Medan pada awal pendakian berbentuk hutan rimbun, tidak sedemikian itu memanjat. Pada saat yang sama, saat melintasi Shelter I ke atas, akan terasa kemiringan baru.Mengingat ketinggian gunung ini, maka jalur pendakian ke puncak Kailinqi pasti sangat panjang. Biasanya, dibutuhkan waktu tiga hari empat malam bagi pendaki untuk mencapai puncak gunung tersebut.Berikut ini 6 Tempat Wisata Sekitar Gunung Kerinci yang kami rangkum dari berbagai sumber :

6 Tempat Wisata Sekitar Gunung Kerinci

1. Rawa Bento

Rawa Bento
iNews.id

Rawa Bento adalah rawa yang terletak di Kerinci, Jambi. Rawa merupakan salah satu tempat wisata baru di Kerinci yang terkenal dengan pemandangan Gunung Kerinci dan bird watching dengan kano. Pemandangan alam Kerinci memang menarik, banyak wisatawan yang datang kesini dengan kagum. Area itu mempunyai bermacam pemandangan alam semacam danau, pegunungan, serta air terjun. Tempat wisata baru kini mulai bermunculan dan seolah mengukuhkan Kerinci sebagai surganya wisata di Jambi. Rawa Bento adalah salah satunya dan kini mulai dilirik oleh wisatawan.Rawa Bento bisa menikmati berbagai pemandangan yang indah. Pegunungan Kerinci yang megah dan padang rumput yang luas serta pepohonan menciptakan nuansa yang indah. Udara yang sejuk dan segar juga menambah keindahan rawa.

Rawa Bento adalah rawa tertinggi di Sumatera yang berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter. Ini melingkupi area seluas 1. 000 hektar serta ialah rawa yang penuh dengan air tawar. Bermacam vegetasi pula ditemui di dekat rawa, semacam rumput Leerxia Hexandra serta spesies Eugenia Spicata. Tak hanya beragam rerumputan, rawa-rawa juga dihiasi beberapa pohon. Tanah rawa ini juga disebut hutan rawa. Lava Bento dulunya adalah sebuah danau, namun karena proses sedimentasi, air sungai di sekitarnya membuat danau tersebut semakin dangkal. Seperti kita ketahui bersama, beberapa sungai di sekitar rawa ini berasal dari Gunung Kerinci.

Keindahan Bento Marsh juga tidak lepas dari berbagai permasalahan yang menjadi kendala. Misalnya sungai yang berlumpur dan beberapa daerah rawa, daerah tersebut kini sudah mulai dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. Tak hanya itu, banyaknya tanaman eceng gondok yang tak terkendali semakin menutupi permukaan rawa. Ini ialah tempat wisata yang terhitung baru, membuat sarana Rawa Bento masih amat sedikit. Beberapa fasilitas belum dibangun seperti tempat parkir, mushola atau masjid, dan kamar mandi di sekitar rawa. Fasilitas terdekat dapat ditemukan di Desa Jernih Jaya atau Desa Kersik Tuo.

Selain itu masih sulit untuk memasuki lokasi rawa Bento yang bukan tidak mungkin menjadi kendala bagi wisatawan yang ingin berkunjung.Di rawa ini ada kano serta perahu tradisional yang dapat disewa dengan harga terjangkau. Perahu ini milik warga sekitar dan biasanya digunakan untuk mencari ikan atau mengangkut hasil pertanian, namun masih sulit menemukan tempat berteduh di dekat Rawa Bento. Tapi yakinlah, pengunjung bisa menemukan beberapa homestay di Desa Kersik Tuo. Ada juga beberapa hotel di Sungai Penang, jika keluarga homestay ini penuh dengan tamu, bisa dijadikan hotel alternatif.

2. Goa Kasah

Goa Kasah
Metrojambi.com

Gua Kasah merupakan salah satu situs prasejarah yang ada di Kabupaten Kailinqi. Orang mengira gua ini adalah tempat tinggal manusia purba. Ada beberapa lukisan dan tulisan di dinding gua, serta kursi batu dan kamar batu seperti tempat tidur, tetapi sifat Clinch masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Kawasan tersebut tidak hanya memiliki pemandangan alam, tetapi juga memiliki banyak tempat wisata yang menantang yang sangat cocok untuk para petualang. Misalnya, Gua Kasah memberikan sensasi petualangan dan perjalanan prasejarah.Goa merupakan salah satu situs sejarah Kerinci dan memang patut untuk dikunjungi. Konon gua ini adalah rumah bagi manusia purba ribuan tahun yang lalu. Beberapa lukisan di dinding gua dianggap sebagai artefak kuno. Lokasinya juga sulit dijangkau, yang merupakan tantangan tersendiri dan sulit untuk ditolak.

Wisatawan harus mendaki punggungannya, jalan ini terbilang cukup ekstrim karena penuh dengan bebatuan vulkanik. Tujuan akhir adalah pintu masuk goa Pintu masuk goa berbentuk seperti celah di dinding batu.Sebelum berkunjung, setiap pengunjung harus mendapat izin dari wali atau penjaganya. Jika ada yang datang tanpa seizin satpam, diyakini akan terjadi bencana. Selain itu, pengunjung harus menjaga tingkah laku dan perkataannya di dalam goa.Pengunjung harus masuk goa satu per satu karena pintu masuk ke goa kasah relatif kecil. Kisi besi dapat ditemukan di pintu masuk gua ini. Suasananya yang mencekam, gelap dan suram akan menyambut pengunjung di dalam goa. Suara kelelawar di atap gua menambah suasana misterius.

Kondisi tanah di dalam goa sangat basah dan licin, pengunjung sebaiknya menggunakan sepatu bot agar tidak berjalan di dalam goa. Menurut sesepuh setempat, gua tersebut ditemukan sekitar tahun 1960 ketika sedang mencari lahan baru untuk bercocok tanam. Panjang gua diperkirakan 150 meter, lebarnya 20 meter, dan terdapat aula utama, yang cukup besar, dan lorong gelap menuju ke ruangan lain yang lebih kecil. Di ruang utama ini, Anda bisa menemukan kursi batu berukuran besar yang konon digunakan sebagai tempat duduk raja. Selain itu, ditemukan batuan dengan permukaan datar, yang semakin memperkuat anggapan bahwa gua ini dulunya adalah pemukiman manusia purba.Fasilitas yang terdapat di Gua Kasah memang sangat sedikit. Jangan khawatir dengan fasilitasnya, jalan menuju goa masih sulit untuk dilalui. Namun wisatawan tidak perlu khawatir karena berbagai fasilitas dapat ditemukan di desa Renah Kasah.

Terdapat mushola di desa ini, dan wisatawan juga bisa menitipkan mobilnya di dalam rumah warga sekitar.Jika wisatawan ingin menjelajahi gua, sangat disarankan agar wisatawan mengikuti tur berpemandu. Di dekat desa terdapat beberapa rumah makan sederhana yang menawarkan berbagai macam masakan khas Kerinci. Jika Anda memiliki jiwa petualang, Wisata Penelusuran Orang Gua Kasah adalah pilihan yang menarik dan Anda dapat melakukan beberapa aktivitas di dalam gua.

Baca Juga : 8 Tempat Wisata Pattaya di Thailand Tebaik

3. Bukit Khayangan

Bukit Khayangan
Tribun Jambi – Tribunnews.com

Gunung Khayangan merupakan salah satu tempat wisata utama di Dataran Tinggi Kerinci. Dari gunung ini, Anda akan melihat berbagai panorama yang mempesona, seperti perbukitan yang luas, persawahan, persawahan, Gunung Kailinqi, Danau Kailinqi dan Sungai Penang. Proporsi surga. Pesona alam Kailinchi memang tidak bisa dianggap remeh, dan traveller bisa dengan mudah menemukan berbagai tempat wisata yang menawan. Bukit khayangan merupakan sebagian kecil dari keindahan alam kerinci, jika anda berada di kerinci nampaknya tempat ini wajib dikunjungi. Deretan perbukitan, hamparan sawah yang luas, dan awan menjadi panorama dari objek wisata ini. Tak heran, busut ini jadi salah satu destinasi yang sangat kerap didatangi turis . Suasana khas pedesaan dan udara segar menjadi daya tarik utama yang mungkin membuat setiap orang enggan untuk segera meninggalkan bukit.Saat sampai di puncak gunung, maka akan terlihat keindahan alam yang menakjubkan. Deretan perbukitan, persawahan, dan panorama alam berupa hamparan sawah milik warga di punggung bukit akan memukau pengunjung. Dari puncak gunung, Anda bisa melihat dengan jelas pemandangan indah Sungai Penang.

Bukit Khayangan yang berada di ketinggian 1.500 meter ini memang menjadi favorit para wisatawan dalam dan luar kota. Gunung tersebut juga termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Saat cuaca cerah, panorama yang diberikan semakin memukau. Hijau perbukitan dan langit biru merupakan kombinasi yang cocok dan menarik.Di bukit ini, Anda bisa menikmati udara yang sejuk dan karakteristik dataran tinggi yang bebas polusi. Tak hanya deretan perbukitan, tapi juga ribuan persawahan, pengunjung juga akan menikmati panorama Gunung Clinch. Selain itu, pesona indah Danau Kailinqi dapat dilihat dari pegunungan, dalam cuaca mendung nampaknya Bukit Khayangan akan memperlihatkan sisi lain dari keindahan alam Tanah Kailinqi. Kawanan awan itu bergerak perlahan, segera menciptakan suasana misterius dan romantis. Fenomena alam ini menjadi salah satu momen yang paling dicari para wisatawan. Nampaknya wisatawan sedang berada di daratan di atas awan yang tertutup awan padat layaknya lautan.

Di objek wisata ini wisatawan bisa menemukan segala macam fasilitas umum yang memadai. Misalnya toilet umum, tempat parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua dan empat, taman bermain, paviliun dan beberapa tempat duduk. Di gunung ini jika terjadi kecelakaan, penjaga juga dilengkapi, selain itu pengunjung akan menemukan gardu pandang yang dibangun secara permanen. Gardu Induk ini merupakan tempat untuk menikmati keindahan alam di sekitarnya. Ada juga beberapa pedagang dan warung yang menjajakan berbagai makanan lezat khas Kerinci. Pengunjung bisa mencicipi kari ikan Semah, teh Kayu Aro atau kopi Kerinci untuk berwisata kuliner.Jika wisatawan berencana untuk bermalam, ada berbagai hotel dan homestay di Sungai Penang. Tidak lengkap rasanya jika mengunjungi Clinch, namun tidak sempat mengunjungi Bukit Kayangan.

4. Perkebunan Teh Kayu Aro

Perkebunan Teh Kayu Aro
detikTravel – Detikcom

Perkebunan Teh Kayu Aro ialah perkebunan teh tertua di Indonesia yang terdapat di Kabupaten Kerinci di Jambi. Perkebunan teh ini menghasilkan teh hitam yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Selain itu perkebunan teh ini juga menjadi objek wisata dimana banyak terdapat pohon teh yang indah dan Gunung Kerinci.Berwisata ke Kerinci akan selalu menghadirkan pengalaman yang seru dan menyenangkan. Bermacam tempat wisata yang didominasi keindahan pemandangan alam jadi daya tarik penting. Selain terkenal dengan keindahan alamnya, Kerinci juga merupakan daerah penghasil teh terbaik di dunia. Teh dengan kualitas terbaik dapat ditemukan di perkebunan teh Kayu Aro yang telah menjadi peninggalan budaya sejak jaman Belanda dan kini dibuka sebagai objek wisata. Kebun teh di kaki Gunung kerinci sangat luas dan penuh dengan tanaman hijau. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa memetik daun teh langsung di Perkebunan Teh Kayu Aro.

Perkebunan teh Kayu Aro memiliki luas 3.020 hektar dan tercatat sebagai perkebunan teh terbesar kedua di dunia. Tidak hanya itu, tempat ini ialah perkebunan teh paling tinggi kedua di dunia dengan ketinggian 1. 600 m di atas permukaan laut. Perkebunan teh Darjeeling di India menempati posisi pertama Sejak jaman penjajahan Belanda, taman ini telah diakui sebagai penghasil teh hitam (ortodoks) terbaik di dunia. Teh Kayu Aro memiliki aroma dan rasa yang unik, konon Ratu Belanda dan Ratu Inggris sangat menyukai teh ini. Proses produksi teh juga sangat unik, masih tradisional, dan tidak berubah sejak pertama kali didirikan.Selama pengolahan, karyawan dilarang menggunakan kosmetik untuk menjaga kualitas, rasa dan aroma teh. Jika dikonsumsi secara rutin, teh Kayu Aro juga bermanfaat bagi tubuh manusia, beberapa khasiatnya antara lain memperkuat kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, mengobati diabetes, mencegah tumor dan kanker, dan lain sebagainya.

Saat mengunjungi perkebunan teh Kayu Aro, pengunjung akan diajak untuk memetik daun teh. Para pekerja akan dengan senang hati menemani wisatawan dan membimbing mereka memilih teh berkualitas tinggi. Setelah itu pengunjung juga dapat menuju ke pabrik teh untuk menyaksikan proses produksi teh Kayu Aro, dan pemandangan yang disajikan oleh kebun teh Kayu Aro juga sangat indah. Kebun teh yang luas memiliki rona hijau, seperti karpet alami, menyegarkan. Udara yang sejuk, suasana yang tenang, dan keagungan Gunung Kerinci seakan telah menjadikan tempat ini sebagai surga di tanah Kerinci.Kualitas teh hitam Kayu Aro sudah tidak diragukan lagi, bahkan banyak penggemar teh yang meyakini bahwa Teh Kayu Aro adalah teh nomor satu di dunia.

Perkebunan ini setiap tahunnya mampu memproduksi hingga 5.500 ton teh hitam (teh ortodoks). Sebagian besar teh ini juga diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Rusia.Perkebunan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata, seperti kamar mandi, tempat parkir, dan terdapat mushola di dekatnya. Di sini pengunjung juga bisa dengan mudah menemukan berbagai penjaja masakan khas Kerinci. Pengunjung juga bisa menikmati langsung aroma dan rasa unik dari teh Kayu Aro.Di kawasan Kayu Aro juga terdapat homestay murah yang bisa disewa jika wisatawan ingin menginap. Masih belum ada hotel di sekitar perkebunan, namun di Kota Sungai Dana wisatawan dapat dengan mudah menemukan hotel. Jika bosan dengan destinasi kerinci, bisa memilih perkebunan teh Kayu Aro. Berikut aktivitas yang bisa dilakukan saat berwisata di kebun teh.

Baca Juga : 5 Tempat Wisata di Sekitar Gunung Merbabu

5. Danau Kerinci

Danau Kerinci
Tempat wisata

Danau Kerinci ialah salah satu telaga yang populer dengan keindahannya. Danau ini terletak di Kabupaten Kairinchi di Provinsi Jamby. Danau tersebut terbentuk dari letusan gunung berapi, sehingga danau tersebut berjenis vulkanik. Luas danau 46 kilometer persegi, kedalaman rata-rata danau 97 m, volume air 1,6 juta meter kubik, dan terletak di ketinggian 650 meter.Pemandangan di sekitar Danau Kerinci begitu menawan. Air jernih dengan latar pegunungan, kabut putih yang kerap menyelimuti danau, dan pepohonan yang suram menjadi daya tarik utama resor ini. Seperti danau lainnya, Danau Kerinci juga memiliki ikan unik yang hanya ada disini yaitu ikan Semah.

Merupakan danau terluas di Provinsi Jambi dan menjadi salah satu simbol pariwisata Kerinci. Di danau ini, terdapat berbagai panorama alam yang memukau, yang memberikan pengunjung perasaan seperti di rumah dalam jangka waktu yang lama. Kawanan burung belibis yang terkadang menunjukkan wujudnya merupakan fenomena langka yang langka. Ada sebuah legenda yang dianggap masyarakat sebagai cerita asal mula danau ini. Dulu, sebelum disebut sekarang, Danau Kerinci adalah sebuah danau besar yang biasa disebut Danau Gedang. Meski begitu luas, permukaan Danau Gedan menutupi sebagian besar Lembah Kerinci.

Berada di area 783 meter di atas permukaan laut, pengunjung bisa merasakan sejuknya udara di sekitar danau. Panorama pegunungan, perbukitan dan pepohonan hijau yang bisa disaksikan di sekitar danau juga bisa mempercantik pemandangan. Angin sepoi-sepoi juga dapat merusak wisatawan saat berwisata di danau tersebut.Menurut ahli geologi, Danau Kailinqi termasuk danau vulkanik yang terbentuk dari letusan gunung berapi di masa lalu. Danau yang luasnya 4.200 hektar dan memiliki kedalaman 110 meter ini merupakan danau terluas kedua di Sumatera setelah Danau Toba. Telaga tersebut tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga memegang peranan penting bagi masyarakat Kerinci.

Air jernih yang mengisi danau digunakan sebagai sumber air minum bagi masyarakat setempat. Apalagi banyak warga sekitar yang berprofesi sebagai nelayan. Untuk melindungi danau, masyarakat juga menggunakan peralatan perlindungan lingkungan tradisional untuk mencari ikan. Yang unik, para nelayan mencari ikan pada malam hari tanpa alat bantu pernafasan.Ada berbagai ikan pakan yang hidup di danau tersebut, salah satunya ikan. Bahkan wisatawan yang hobi memancing pun bisa memuaskan hobinya di sini. Diketahui bahwa produksi tahunan ikan dari danau bisa mencapai 700 ton. Uang ini dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Kerinci dan sekitarnya.

6. Danau Kaco

Danau Kaco
Pesona Indonesia – Kompas.com

Danau Kaco merupakan salah satu telaga yang terdapat di Dusun Lempur Kabupaten Kerinci. Telaga ini unik karena bisa bersinar di malam bulan purnama. Airnya yang biru membuat telaga ini sangat indah dan menawan.Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki ragam keindahan alam yang mampu menghipnotis jutaan pasang mata. Tidak bingung rasanya bila area ini sering jadi tujuan wisata para wisatawan dari lokal sampai mancanegara. Kawasan ini juga memiliki beberapa danau yang indah dan menawan, salah satunya Danau Kako.Merupakan salah satu dari lima danau yang ada di Desa Rumbul, tempat wisata ini memiliki pesona dan keunikan tersendiri. Danau itu jernih dan biru serta dapat memancarkan cahaya, seperti berlian di hutan. Danau yang lebih menawan, serta pemandangan alam yang masih asri dan terjaga dengan baik.

Dalam perjalanan, pengunjung akan disuguhi berbagai fenomena alam, seperti kicauan burung yang liar dan merdu. Sesekali, Anda akan mendengar suara serangga yang setia menemani wisatawan dalam perjalanan mereka. Danau Jaco terletak di dataran tinggi, dengan ketinggian 1289 meter. Berbeda dengan danau lain di Kerinci, danau ini relatif kecil. Luasnya hanya sekitar 90 meter persegi, dan kedalamannya masih belum terukur. Penelitian dilakukan di danau ini, namun yang aneh adalah para penyelam selalu kehabisan oksigen jika tidak menyentuh dasar danau.

Pesona telaga akan menghilangkan kepenatan wisatawan segera setelah melakukan perjalanan yang menguras tenaga. Di hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat, riak air danau dan air jernih menjadi fenomena unik. Karena airnya yang sangat jernih, gerombolan ikan yang berenang bebas terlihat jelas dari permukaan air, bahkan saat bulan purnama, cahayanya semakin terang dan semakin terang. Karena pancaran cahaya danau, wisatawan yang berkemah di sekitar danau tidak lagi membutuhkan penerangan. Penyebab cahaya terang dari danau tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Berada di tengah hutan Kerinci yang masih alami, bisa dikatakan objek wisata ini memiliki fasilitas yang sangat sedikit. Di dekat danau, fasilitas seperti toilet, ruang ganti atau mushola belum dibangun. Tantangan ke danau sangat sulit, dan pembangunan jalan belum dilakukan.Jika wisatawan membawa mobil, dapat meninggalkan mobil di Desa Lempur. Di sekitar danau juga dipastikan tidak ada pedagang atau warung yang menjual makanan. Oleh karena itu, sebaiknya persiapkan perbekalan yang cukup sebelum mengunjungi danau. Desa Lempur juga menawarkan paket perjalanan petualangan ke lima danau dengan buku panduan.

Share this: