March 5, 2021
5 Objek Wisata Favorit di Gunung Kerinci Tokopedia

5 Objek Wisata Favorit di Gunung Kerinci

5 Objek Wisata Favorit di Gunung Kerinci

5 Objek Wisata Favorit di Gunung Kerinci
Tokopedia

Wisata Favorit di Gunung Kerinci – Gunung Kairinchi merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia. Dari Jakarta, wisatawan bisa terbang ke Jambi atau Padang, lalu mendarat ke kawasan pegunungan Kerinci.

Pendakian ke Gunung Kerinci dimulai dari Pintu Rimba di ketinggian 1.800 Mal. Selain itu, pendaki harus melintasi tujuh pilar untuk mencapai puncak Kerinci.

Medan pada awal pendakian berupa hutan lebat, tidak begitu menanjak. Pada saat bersamaan, saat melintasi housing I ke atas, akan terasa kemiringan baru.

Mengingat ketinggian gunung tersebut, jalur pendakian ke puncak Gunung Clinch haruslah panjang. Biasanya, dibutuhkan waktu tiga hari empat malam bagi pendaki untuk mencapai puncak.

Ada tempat wisata populer di sekitar Gunung Kerinci

1. Rawa Bento

Rawa Bento
wild sumatra

mountgayrumroundbarbadosrace – Pemandangan alam Kerinci tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga wisatawan. Kawasan tersebut memiliki berbagai pemandangan alam seperti danau, pegunungan, dan air terjun. Tempat wisata baru kini mulai bermunculan, seakan mengukuhkan Kerinci sebagai surganya wisata di Jambi. Salah satunya Rawa Bento yang kini juga tengah diminati wisatawan.

Rawa Bento menawarkan berbagai pemandangan yang indah. Pegunungan Kailinqi yang megah dan padang rumput yang luas serta pepohonan menciptakan nuansa yang indah. Udara yang sejuk dan segar menambah keindahan rawa.

Dari segi pengelolaan, Rawa Bento terletak di Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kailinqi, Provinsi Jambi. Lokasi rawa sekitar 44 kilometer dari Kota Sungai Penuh dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Setidaknya perjalanan ini akan memakan waktu hingga satu jam, karena tidak mudah untuk mencapai rawa tersebut.

Setelah sampai di Desa Kersik Tuo, pengunjung harus terus menyeberangi Sungai Rawa Bento. Wisatawan bisa menyewa perahu milik masyarakat sekitar dan dengan senang hati mengantarkannya ke tempat tujuan. Akibat penumpukan air sungai, akses dengan perahu semakin dibatasi. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan normalisasi sungai tersebut agar perjalanan menuju rawa lebih mudah.

Berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter, Rawa Bento adalah rawa tertinggi di Sumatera. Ini mencakup area seluas 1.000 hektar dan merupakan rawa yang penuh dengan air tawar. Berbagai vegetasi juga ditemukan di sekitar rawa, seperti rumput Leerxia Hexandra dan spesies Eugenia Spicata.

Jika dilihat dari kejauhan, air di Lava Bento berubah menjadi hitam pekat. Bahkan jika dilihat dari dekat, air di rawa tersebut sangat jernih, bahkan wisatawan bisa melihat berbagai ikan dan ular yang sering berenang. Beberapa spesies ikan hidup di rawa-rawa, seperti ikan, samurai, pare, dan belut. Biasanya ikan ini bersembunyi di tanaman eceng gondok yang memenuhi seluruh tepi rawa.

Wisatawan bisa menaiki kano yang disediakan warga sekitar untuk berjalan-jalan di rawa. Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga sudah mulai banyak peminatnya terhadap kegiatan ini. Sambil menikmati indahnya pemandangan, pengunjung akan dimanjakan oleh berbagai macam burung yang ada di sekitar rawa.

Ini merupakan tempat wisata yang terbilang baru, membuat fasilitas Rawa Bento masih sangat sedikit. Beberapa fasilitas belum dibangun, seperti tempat parkir, mushola atau masjid, dan kamar mandi di sekitar rawa. Fasilitas terdekat bisa ditemukan di Desa Jernih Jaya atau Desa Kersik Tuo.

Selain itu, masih sulit untuk memasuki kawasan rawa Bento yang bukan tidak mungkin menjadi penghalang bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Di rawa ini terdapat kano dan perahu tradisional yang bisa disewa dengan harga terjangkau. Kapal ini milik warga sekitar dan biasanya digunakan untuk mencari ikan atau mengangkut hasil pertanian.

Jika bosan dengan berbagai perjalanan wisata di Kerinci, cobalah ke Rawa Bento. Tempat ini masih tergolong baru dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Keindahan alamnya tidak kalah dengan tempat wisata di Kailin lainnya. Dari rawa ini, Anda bisa menikmati keindahan Pegunungan Kerinci, serta hamparan padang rumput dan hutan rawa yang luas.

Anda bisa bermain kano di sekitar rawa dan menikmati setiap atraksi menarik yang dimiliki Rawa Bento. Sebelum berkano, Anda harus melewati rerumputan rawa. Ketika Anda melewati posisi ini, Anda benar-benar merasakan diri Anda sendiri. Rawa yang lembut dan basah membutuhkan perjalanan yang hati-hati.

Pemandangan yang ditawarkan Rawa Bento mungkin bisa menjadi tujuan para fotografer. Keindahan alamnya memang luar biasa, dan sayang jika tidak diabadikan. Anda juga bisa berfoto di rawa ini dan mengabadikan keagungan Gunung Kerinci di balik rawa. Banyak juga fotografer yang datang untuk memotret burung-burung di sekitar rawa.

Tak jauh dari rawa, terdapat sebuah jembatan unik yang biasa digunakan untuk berfoto. Jembatan ini juga menjadi salah satu pemandangan paling menarik di Rawa Bento. Anda bisa berfoto di hutan rawa hijau yang luas dan Pegunungan Kerinci yang megah.

Baca Juga : 7 Objek Wisata Gunung Rinjani di Pulau Lombok

2. Goa Kasah

Goa Kasah
JPNN.com

Gua Tanah Tumbu yang terletak di Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan ini pernah dihuni oleh manusia prasejarah sekitar 3000 tahun sebelum Masehi (sebelum Masehi). Gua ini digunakan oleh manusia purba sebagai tempat berlindung dari keganasan alam.

Kepala Dinas Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bangbu mengatakan: “Ada banyak bukti bahwa gua ini pernah menjadi tempat tinggal manusia prasejarah, yakni ditemukannya artefak makanan berupa kerang.”

Menurut dia, selain sisa-sisa makanan berupa cangkang, ditemukan batu pecah pada peralatan rumah tangga dan produk tulang manusia. Peneliti arkeologi prasejarah juga menemukan lukisan di gua-gua di distrik Mentewe Tanah Bumbu.

Sejak tahun 2006, ia terus melakukan penelitian arkeologi prasejarah di Tanah Bumbu yang dilakukan di tiga desa di Kabupaten Mentewe, yaitu Mantewe, Rejosari, dan Bulurejo.

Dia menjelaskan: “ Penemuan sisa-sisa manusia prasejarah sekitar 3.000 SM tidak diragukan lagi meningkatkan nilai ilmiah, sejarah, dan budaya Kabupaten Tanah Bumbu.

Kedepannya, Thaha akan terus membentuk tim dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanah Bumbu untuk mengkaji listing kelayakan Bukit Liang Bangkai dan Goa Sugung sebagai cagar budaya nasional.

Menurut data Balai Arkeologi Banjarmasin, yang berhasil menemukan situs prasejarah di Kabupaten Tanah Bumbu, mungkin juga menjadi Situs Warisan Dunia.

3. Bukit Khayangan

Bukit Khayangan
Tempat wisata

Rasanya tak berlebihan jika Kabupaten Kerinci dijuluki sebagai surga terindah di Jambi. Pesona alam Kerinci memang sulit untuk diabaikan, berbagai tempat wisata menawan bisa dengan mudah dijumpai oleh travellers. Bukit Khayangan merupakan sedikit contoh kecil dari keindahan alam Kerinci, dan seolah menjadi keharusan berkunjung ke tempat ini jika tengah berada di Kerinci.

Deretan perbukitan, hamparan ladang, serta gelombang awan menjadi panorama yang ditawarkan dari tempat wisata ini. Tak aneh memang, bukit ini menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi wisatawan. Suasana khas pedesaan dan udara segar menjadi daya tarik tersendiri, yang mampu membuat setiap orang enggan cepat-cepat beranjak dari bukit ini.

Secara geografis, Bukit Khayangan terletak pada Desa Renah Kayu Embun, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Lokasi bukit pun bisa dicapai dengan mudah, hanya dengan menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Sungai Penuh dan memakan waktu kurang lebih 30 menit berkendara. Kondisi jalan yang beraspal mulus juga akan memudahkan wisatawan menuju ke lokasi bukit.

Apabila pengunjung berasal dari Kota Jambi, maka diperlukan waktu perjalanan selama 8 hingga 10 jam. Sayangnya, masih belum ada transportasi umum yang bisa mengantar wisatawan menuju bukit. Selama perjalanan pun, wisatawan akan disambut dengan suasana pedesaan Kerinci serta panorama alam berupa hamparan sawah, serta hijaunya deretan perbukitan.

Keindahan alam yang menakjubkan akan tersaji ketika tiba di puncak bukit. Panorama alam berupa hamparan bukit barisan, persawahan, dan juga ladang-ladang milik warga yang berada dipunggung bukit akan menyihir pandangan wisatawan. Dari puncak bukit, juga terpampang dengan jelas keindahan dari Kota Sungai Penuh.

Berada pada ketinggian 1.500 meter diatas permukaan laut, Bukit Khayangan memang menjadi primadona wisatawan dari dan luar kota. Bukit ini juga masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Saat cuaca cerah, panorama yang ditawarkan pun semakin memukau. Komposisi warna hijau dari perbukitan dan birunya langit, merupakan perpaduan pas yang sedap untuk dipandang.

Tempat wisata yang satu ini memang tergolong baru, pada tahun 2013 lalu pemerintah setempat telah meresmikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kerinci. Dibangunlah beberapa fasilitas pendukung seperti taman, dan juga gardu pandang bagi wisatawan untuk menyaksikan panorama alam dari bumi Kerinci.

Udara sejuk serta bebas dari polusi yang merupakan ciri khas dari daerah dataran tinggi pun bisa dinikmati pada bukit ini. Tak hanya hamparan bukit barisan, serta puluhan ribu hektar sawah wisatawan juga akan disuguhi dengan panorama Gunung Kerinci. Selain itu dari bukit juga terlihat pesona keindahan Danau Kerinci.

Dikala cuaca mendung, seolah Bukit Khayangan akan memperlihatkan sisi lain dari keindahan alam tanah Kerinci. Gerombolan awan bergerak secara perlahan, dan seketika menciptakan suasana mistis sekaligus romantis. Fenomena alam ini pun menjadi salah satu momen yang paling dicari oleh wisatawan. Seolah wisatawan tengah berada di negeri atas awan, dengan hamparan awan layaknya sebuah lautan.

Pesona keindahan yang dimiliki bukit, seolah tiada habisnya untuk dinikmati. Saat pagi menjelang, wisatawan bisa menyaksikan panorama sunrise yang memukau dari puncak bukit. Udara dingin yang menusuk tulang, seketika tergantikan dengah hangatnya sinar matahari pagi. Fenomena sunrise ini pun banyak mengundang rasa penasaran dari wisatawan.

Usai menikmati indahnya sunrise, sang surya yang perlahan naik dan memancarkan sinarnya akan menciptakan panorama menawan. Deretan perbukitan serta lembah disekeliling puncak pun seolah akan muncul samar-samar menghasilkan tekstur alami bak lukisan Sang Pencipta. Pemandangan yang ditawarkan bukit ini memang layaknya sebuah surga kecil di dataran tinggi Kerinci, sehingga patut untuk dilestarikan serta dijaga.

Bila kamu berkunjung ke bukit ini, kamu bisa menikmati keindahan alam dari Kerinci yang mungkin tidak akan kamu temukan pada tempat-tempat lain. Pandanganmu akan dimanjakan dengan hamparan perbukitan hijau, puluhan ribu hektar sawah, serta kamu juga bisa merasakan sejuknya udara dataran tinggi. Kamu pun bisa juga melihat pemandangan dari Gunung Kerinci dan Danau Kerinci dari puncak bukit.

Jika kamu ingin melihat sunrise yang indah, kamu bisa datang ke puncak bukit sebelum matahari terbit. Kamu juga bisa merasakan sensasi berada di atas awan saat berkunjung ke bukit ini. Panorama indah berpadu dengan lestarinya alam Kerinci, lupakanlah sejenak aktivitas sehari-hari dan nikmati sebuah karya Sang Pencipta ini.

 

Baca Juga : Kota Banjarmasin Kota Seribu Bunga

 

4. Perkebunan Teh Kayu Aro

Perkebunan Teh Kayu Aro
iNews.id

Banyak perkebunan teh yang indah menjadi tujuan liburan favorit para pelancong. Salah satunya adalah perkebunan teh Kayu Aro yang berada di kawasan Kerinci Gunung Jambi.

Berdasarkan laporan Liputan6.com, perkebunan teh Kayu Aro berada di ketinggian 1.600 meter, menjadikannya perkebunan teh tertinggi kedua di dunia. Tempat pertama adalah Perkebunan Teh Darjeeling di Benggala Barat, India.

Perkebunan yang telah beroperasi sejak jaman penjajahan Belanda ini tidak hanya menduduki peringkat kedua, tetapi juga salah satu perkebunan teh tertua di Indonesia. Perkebunan Kayu Aro didirikan pada tahun 1925 oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia mengambil alih perkebunan pada tahun 1959.

Selama ini masih banyak bangunan tradisional Belanda di sekitarnya, seperti rumah sakit, rumah karyawan, dan pabrik pengolahan teh.

Wisatawan mancanegara yang ingin mengunjungi Kayu Aro sebaiknya memilih untuk bermalam. Saat ini sudah banyak hotel di kawasan tersebut, terutama di kawasan Monumen Macan yang menawarkan akomodasi dengan harga terjangkau.

Proses pembuatan teh Kayu Aro masih sangat tradisional. Mereka tidak menggunakan bahan pengawet atau pewarna, dan pekerja dilarang menggunakan kosmetik saat mengolah teh.

Jika beruntung, Anda dapat melihat petugas memisahkan bubuk teh sesuai dengan kualitas teh dan tes kualitas teh di ruang tes.

Kisaran suhu Kayu Aro adalah 17-23 derajat Celcius. Padahal, suhu terendah di kawasan ini bisa mencapai 5 derajat Celcius. Oleh karena itu, agar udara pagi lebih sejuk dan segar, semakin lengkap rasanya sambil mencicipi teh hangat asli asalnya.

Bagi yang suka wisata alam, ada tempat menarik lain di sekitarnya, seperti Gunung Kerinci, Danau Kerinci, dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Jika Anda dari Padang, Anda bisa menggunakan bus Padang-Sungai Danu yang menempuh jarak sekitar 300 kilometer.

5. Air Panas Semurup

Air Panas Semurup
KMStour.com

Terdapat tempat wisata di Kabupaten Kairinchi yaitu Gunung Kairinchi yang merupakan salah satu tempat panjat tebing terpopuler di Indonesia. Selain semua misteri yang menyelimuti gunung berapi (yang masih aktif hingga saat ini), ternyata juga menimbulkan berbagai fenomena alam, seperti munculnya beberapa sumber air panas alami, salah satunya adalah pemandian air panas Sumurupu.

Keberadaan air panas Semurup memang unik karena berada di dataran tinggi. Objek wisata yang satu ini merupakan salah satu pilar di Kabupaten Kerinci dan juga mampu menarik wisatawan. Suhu udara di dataran tinggi yang seringkali dingin membuat banyak wisatawan yang ingin berendam di pemandian air panas ini merasa hangat.

Air Panas Semurup secara geografis terletak di Desa Badu Udara Hangat di Kecamatan Hangat Udara Kabupaten Kailinqi, Provinsi Jambi. Jika wisatawan ingin pergi ke pemandian air panas ini, mereka harus berjarak sekitar 12 kilometer dari Sungai Penang. Jaraknya dekat banget, bisa pakai mobil pribadi untuk mencapainya.

Sedangkan jika Anda dari kota Jamby, perjalanan akan memakan waktu lebih lama. Pengunjung harus menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam dari Kota Jambi. Jalannya sering berkelok-kelok, sehingga wisatawan harus berhati-hati. Namun semua itu bisa terbayarkan dari keindahan yang terlihat selama berwisata pemandian air panas Semurup.

Sebenarnya terdapat beberapa sumber air panas di kaki Gunung Kerinci, namun air panas Semurup menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi wisatawan. Hal ini dikarenakan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci masih aktif. Lebar pemandian air panas sekitar 15 meter persegi dan kedalaman maksimal 5 meter sangat cocok untuk menghilangkan rasa penat dan menyembuhkan hawa dingin.

Menurut warga sekitar, pemandian air panas ini sudah ada sejak puluhan ribu tahun lalu. Prajurit Belanda juga menggunakan pemandian ini untuk mandi. Hingga saat ini, masih terdapat beberapa bangunan tradisional Belanda yang telah direnovasi.

Pemandian Air Panas Sumurup memang unik karena jarang ditemukan di sumber air panas alami di atas 800 meter di atas permukaan laut. Tempat ini tampaknya menjadi oase di antara tulang-tulang dingin. Suhu air yang mencapai 80 derajat Celcius membuat pengunjung tidak mungkin bisa berendam dengan leluasa.

Suhu air yang begitu tinggi menyebabkan asap keluar dari mata air panas. Selain itu airnya memancarkan warna biru yang sangat indah dan cukup tenang. Aroma belerang air panas Semurup dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, bahkan rematik.

Selain berendam air hangat di kolam renang yang telah disediakan, pengunjung juga bisa mencoba merebus telur atau pisang di pemandian air panas. Suhu air yang tinggi berarti telur akan matang dalam beberapa menit. Pengunjung bisa langsung menyantap telur rebus.

Pemandian Air Panas Samurup juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sesuai. Pengunjung bisa menemukan tempat parkir yang luas, kolam renang, kamar mandi dan mushola. Selain itu, terdapat beberapa kabin sederhana dimana pengunjung dapat beristirahat setelah berendam di kolam renang.

Di pemandian ini, pengunjung juga akan dengan mudah menemukan warung dan penjual makanan. Banyak pedagang yang bisa ditemukan, dan wisatawan bisa membeli mie instan, kopi, telur dan pisang disini. Selain itu, terdapat warung yang menjajakan makanan khas yaitu Semurup Soto, tak jauh dari situ. Namun, jika ingin bermalam, masih belum ada penginapan di dekat Pemandian Air Panas Sumurup. Pengunjung harus kembali ke Sungai Petani dan dapat menyewa beberapa hotel, termasuk hotel Jasmine.

Merasakan hangatnya air panas Semurup mungkin bisa menjadi pilihan menarik saat berkunjung ke kaki Gunung Kerinci. Anda bisa melakukan beberapa aktivitas di objek wisata ini.

Share this: